picture pregnancy

picture pregnancy

Minggu, 02 Desember 2012

HIPEREMESIS GRAVIDARUM



HIPEREMESIS  GRAVIDARUM TAHUKAH ANDA????
      Hiperemesis Gravidarum
a.       Pengertian
1)      Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi, terdapat aseton dalam urin. Bukan karena penyakit seperti appendisitis, pielitis dan sebagainya (Zerich, 2007).
2)      Hiperemesis gravidarum adalah mulai dari muntah yang berlebihan yang menyebabkan hingga sehari-hari dan keadaan umumnya (Saridono, 2008)
b.      Etiologi
Penyebab hiperemesis gravidarum adalah kombinasi dengan pengaruh hormonal dan faktor psikologis (Prawiroharjo, 2007).
Sedangkan menurut Zerich (2007), kejadian hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor predisposisi dapat dijabarkan sebagai berikut :

1)      Faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan
Primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda, frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda menimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada kedua keadaan tersebut hormon khrionik gonadotropin dibentuk berlebihan.
2)      Masuknya villi knorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik.
3)      Alergi sebagai salah satu respon dari jaringan, ibu terhadap anak, juga disebut sebagai salah satu faktor organik
4)      Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada penyakit ini walapun berhubugan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan psti. Rumah tanggal yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sabar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian karena kesukaan hidup tidak jarang dengan memberikan suasana yang baru dapat membantu mengurangi frekuensi mual dan muntah. SEMOGA SEHAT SELALU,,,,,N SALAM SEHAT DR DWI ARUM INDARYANTI

JANIN DIKANDUNGAN TIBA2 HILANG???????

Mitos tentang bayi di kandungan hilang karena diambil Jin atau mahluk gaib.....?????????????????

simak dech note di bawah ini...

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai hormon kehamilan.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.

SALAM ITA LISTIYANA

Senin, 26 November 2012





PERAWATAN
IBU HAMIL



Pelayanan Kesehatan yang Dibutuhkan Selama Hamil


1.      Pemeriksaan kehamilan
2.      Pemeriksaan Imunisasi TT Lengkap
3.      Pemberian tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan
4.      Pemeriksaan penyakit (jika ada)
5.      Konsultasi kesehatan untuk :
a.      Pola hidup sehat selama hamil
b.      Persiapan melahirkan
c.      Persiapan masa nifas
d.      Persiapan menyusui (ASI ekslusif)

Tujuan Perawatan Kehamilan

1.      Memantau perkembangan kehamilan
2.      Meningkatkan kesehatan ibu dan janin
3.      Mengenali sedini mungkin kelainan
4.      Mempersiapkan persalinan
5.      Mempersiapkan pemberian ASI Ekslusif
6.      Mempersiapkan peran ibu dalam keluarga






Horizontal Scroll: Sehat dan bahagia selama kehamilan jalan menuju  persalinan aman

Pemeriksaan Kehamilan


Setiap wanita hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali. Waktu-waktu yang tepat untuk pemeriksaan adalah :

Waktu Kunjungan
Usia Kehamilan
Kunjungan Pertama
16 minggu
Kunjungan Ke dua
24 28 minggu
Kunjungan Ke tiga
32 minggu
Kunjungan ke empat
36 minggu


Saran Sehat Selama Kehamilan
1.      Makan makanan yang bergizi
2.      Lakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih berhati-hati
3.      Hindari kerja berat yang melelahkan
4.      Gunakan waktu istirahat secukupnya
5.      Tetap layani suami dengan lebih berhati-hati
6.      Jaga kebersihan badan sepanjang hari
7.      Hindari pakaian ketat yang menyiksa
8.      Tetap bina hubungan harmonis dalam keluarga
SALAM SEHAT dr Dwi arum indaryanti gomawo,,,,